POLISI TANGKAP HT BAWA RP 1,7 JUTA, AWAS PEREDARAN UANG PALSU

JAKARTA – Menjelang Ramadan, masyarakat diminta berhati-hati dengan peredaran uang palsu. Ini karena Kepolisian Sektor Metropolitan Penjaringan, Jakarta Utara, baru-baru ini menangkap seorang pengedar uang palsu.

Pelaku pengedar uang palsu yang berhasil ditangkap polisi berinisial HT (42). Dari tangan perempuan ini, petugas menyita uang palsu sebanyak 17 lembar senilai Rp 1,7 juta. “Pelaku mengaku sengaja membawa uang palsu ini ke Jakarta, sebab kota ini dinilainya sudah padat, warganya sibuk, sehingga tidak akan teliti”, kata Kapolsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara, AKBP Achmad Ibrahim, di Jakarta, Kamis (14/7).

Pelaku, menurut Achmad, bermaksud berbelanja kebutuhan Ramadan dan Lebaran di Jakarta. Namun belum sempat berbelanja barang, pelaku sudah berhasil ditangkap. Ia menambahkan, untuk di wilayah Penjaringan, terungkapnya peredaran uang palsu merupakan yang pertama kali. Di Jakarta Utara, uang palsu biasanya banyak beredar di sekitar pelabuhan.

Kepala Subunit Tiga, Unit Reserse Kriminal, Polsek Metro Penjaringan, AKP Teddy Hartanto mengatakan, pelaku sempat diamankan warga, setelah membeli sebungkus rokok di warung yang berada di Jl Tanjung Wangi RT 12/RW 12, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. “Pemilik warung curiga dengan uang pecahan Rp 100.000 yang dibayarkan pelaku, sebab uang itu terasa lebih kasar saat diraba. Selain itu, warna uang juga terlihat tidak rata”, kata Teddy.

Menurut Teddy, pelaku sebenarnya warga Madiun, Jawa Timur, yang sengaja ke Jakarta untuk membelanjakan uang palsunya. Diduga uang palsu ini berasal dari sindikat Madiun.

Teddy mengatakan, jajarannya kini memburu AG (55), yang diduga pemasok uang palsu. AG biasanya beredar di warung-warung kopi di sekitar Madiun dan menawarkan uang tunai asli dengan uang tunai palsu bernominal lebih besar.

AG menawarkan penukaran uang asli Rp 1 juta dengan uang palsu Rp 1,8 juta. Untuk penelitian lebih lanjut, uang palsu itu akan dikirimkan ke Pusat Laboratoriun Forensik Kepolisian Daerah Metro Jaya. Kemudian pelaku akan dijerat dengan Pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.
sumber: http://www.sinarharapan.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *