GKI YASMIN DESAK SEGEL SEGERA DIBUKA

JAKARTA – Kasus Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Perumahan Taman Yasmin, Bogor, hingga kini masih belum tuntas. Saat ini pihak GKI menuntut agar Pemerintahan Kota Bogor segera mematuhi putusan Mahkamah Agung (MA) dengan membuka segel tanah gereja sehingga jemaat GKI Yasmin dapat beribadah di tanahnya sendiri dan tidak lagi beribadah di trotoar. Jemaat GKI Yasmin beribadah di trotoar sejak 10 April 2010 hingga kini.

Febi Yonesa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dalam konferensi pers, Kamis (14/7), di Wahid Institute, Jakarta Pusat, menyampaikan pernyataan bersama dari berbagai komunitas masyarakat, yaitu menuntut agar Pemerintah Kota Bogor segera mematuhi putusan pengadilan dengan membuka segel tanah dan bangunan gereja. Selain itu juga agar mengizinkan jemaat GKI Yasmin beribadah dan melanjutkan pendirian tempat ibadah di tanahnya sendiri.

“Kami menuntut pemerintahan pusat, khususnya presiden, segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini dan tidak membiarkan situasi ini terus memburuk sehingga berujung konflik terbuka antarmasyarakat yang memiliki risiko sosial yang sangat tinggi,” ucap Febi. Ikut serta memberikan pernyataan terkait GKI Yasmin adalah PGI, YLBHI, ELSAM, PBHI, The Wahid Institute, HRWG, dan lainnya.

Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging mengatakan, selama ini Wali Kota Bogor selalu tidak menggubris putusan MA dan tuntutan pihak GKI Yasmin agar membuka segel tanah gereja. Bahkan, setelah MA memutuskan pihak GKI Yasmin sebagai pemenang, Pemerintah Kota Bogor mengirim dua surat. Surat pertama menyatakan pencabutan pembekuan Izin Membangun Bangunan (IMB) dan surat kedua yang bersamaan dengan surat pertama, menyatakan mencabut permanen IMB Gereja.

“Saya merasa wali kota menginginkan GKI tidak melanjutkan pendirian gereja di daerah tersebut,” ujarnya. Ia menambahkan, selama menjalankan ibadah, pihaknya selalu mendapatkan tekanan dari beberapa kelompok. (CR-21)
sumber: http://www.sinarharapan.co.id

This entry was posted in Berita, Cerita (Turi - Turin). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *