PULUHAN HEKTARE SAWAH MASYARAKAT HUTABARINGIN KEKERINGAN

MedanBisnis – Panyabungan. Hampir satu bulan lebih persawahan masyarakat di Desa Hutabaringin, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kekeringan akibat kurangnya debit air. Hal itu disampaikan Mahyudin (30) petani di Hutabaringin kepada MedanBisnis, Rabu (13/7).
Dikatakannya, sejak masa tanam padi sekitar 1 bulan lalu air untuk mengairi persawahan masyarakat sudah tidak ada lagi, sehingga menghambat pertumbuhan tanaman padi. “Usai kita melakukan penanaman air sudah tidak ada lagi sampai ke lahan persawahan kita, padahal pada saat melakukan pembibitan dan pengolahan tanah menuju masa tanam air masih cukup. Kondisi ini membuat petani menjadi resah, takut tidak bisa panen secara normal,” ujarnya.

Kakurangan debit air ini, kata Mahyudin, sebetulnya sudah berlangsung dari tahun 2007 lalu. Karena kurangnya pengairan, petani banyak yang membiarkan lahannya ditumbuhi rumput, sedang sebagian ada yang memanfaatkan untuk bertanam holtikultura.

“Sebulan yang lewat petani melihat ada kemungkinan air untuk mengairi persawahan, makanya sebagian besar petani mulai mengolah lahan kembali untuk persawahan. Tapi ternyata setalah lahan ditanami padi debit air turun dan tidak bisa mengairi seluruh lahan masyarakat,” ujarnya.

Padahal, katanya, masyarakat Desa Hutabaringin pada umumnya mengantungkan harapan besar untuk menghidupi keluarga pada pertanian sawah. “Bayangkan saja sejak tahun 2007 lalu hasilnya nol, tiba bergiat untuk kembali bersawah malah air yang tidak ada, untuk itu kami mengharapkan kepada Pemkab Madina ataupun instansi terkait untuk memperhatikan keluhan kami ini, dan memperbaiki irigasi pengairan ke sawah masyarakat,” harapnya. (zamharir rangkuti)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *