PRODUKSI PADI PETANI DELISERDANG MENINGKAT 13,42%

MedanBisnis – Lubukpakam. Untuk mewujudkan Deliserdang sebagai lumbung beras, Pemkab Deliserdang secara berkelanjutan melaksanakan berbagai program sebagai penunjang dengan meningkatkan Jaringan Irigasi Desa (Jides) dan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (Jitut).
Hasilnya, sejauh ini cukup menggembirakan, di mana produksi padi petani tahun 2010 dengan luas panen 84.582 hektare diperoleh hasil 441.897 ton. Produksi hasil panen tahun 2010 meningkat 13,42% dibanding tahun 2009 dengan perolehan produksi 389.597 ton dengan luas panen 74.737 hektare.

Hal itu dikemukakan Bupati Deliserdang Drs H Amri Tambunan atas pemandangan umum anggota DPRD Deliserdang tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (LPjP-APBD) Tahun Anggaran 2010 dalam sidang paripurna dewan, dipimpin Ketua DPRD Deliserdang Hj Fatmawaty Takrim didampingi Wakil Ketua H Wagirin Arman, H Dwi Andi Syahputra Lubis Lc dan Ruben Tarigan SE, Jumat (15/7).

Sedang menyangkut adanya areal persawahan petani mengalami kekurangan air sehingga terpaksa menggunakan pompa air seperti yang terjadi pada daerah irigasi Wonosari Kecamatan Tanjungmorawa, menurut bupati sebagai akibat menurunnya debit air Sungai Batu Gingging di musim kemarau.

“Namun hal itu telah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat untuk menambah debit air Sungai Batu Gingging dari Sungai Ular. Disamping dilakukan pembinaan petani melalui pengaturan pola tanam khususnya pada musim kemarau,” kata bupati.

Mengenai pembangunan Dam dan Irigasi Sungai Belumai disebutkan kegiatan pembangunannya masih berlangsung bersamaan dengan pembangunan daerah irigasi Desa Durian, Pematang Biara, Dusun Limbong dan Rantau Panjang Kecamatan Pantai Labu. Sampai penanganannya selesai diperkirakan membutuhkan dana lebih kurang Rp11 miliar.

“Hal ini sesuai dengan rencana yang ditargetkan dalam RPJMD di mana sampai tahun 2014 diharapkan daerah Irigasi di Deliserdang bertambah seluas 5.000 hektare,” papar bupati.

Mengenai komitmen, kejujuran, disiplin, transparansi dan akuntabilitas anggaran sebagaimana disampaikan dalam pandangan umum anggota dewan, bupati menjelakan dalam perwujudan good governance, akuntabilitas publik merupakan elemen terpenting dan tantangan yang harus dihadapi bersama baik sebagai kepala daerah maupun DPRD.

Sedang mengenai tindak lanjut LHP BPK RI terhadap pelaksanaan APBD TA 2010, bupati menjelaskan seluruh rekomendasi yang disampaikan BPK menjadi perhatian untuk ditindak lanjuti, sehingga dimasa datang administrasi pengelolaan keuangan daerah lebih baik lagi.

Skala Prioritas
Tentang masih banyaknya kebutuhan masyarakat yang belum terealisasi khususnya pembangunan infrastruktur seperti jalan dan drainase, bupati mengatakan  pembangunan infrastruktur tetap menjadi skala prioritas.

Kata H Amri Tambunan, pada 2010 telah direalisasikan pembangunan drainase di Kecamatan Namorambe sepanjang 1.600 meter, di Kec. Beringin  2.000 meter, Kec. Sunggal  1.000 meter dan di Kec. Percut Sei Tuan 4.000 meter. Sedangkan pembangunan jalan lingkungan  di Kec. Beringin 800 meter, Sunggal 3.000 meter, dan Percut Sei Tuan 2.800 meter. Sidang paripurna yang dihadiri Muspida serta sejumlah pimpinan SKPD sejajaran Pemkab Deliserdang akan dilanjutkan pada Kamis (21/7). (rinaldi samosir)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to PRODUKSI PADI PETANI DELISERDANG MENINGKAT 13,42%

  1. Pingback: Buy Glo Extracts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *