PRODUKSI MENINGKAT NILAI EKSPOR UMBI-UMBIAN SUMUT NAIK

MedanBisnis – Medan. Peningkatan produksi komoditas umbi-umbian terutama ubi kayu di Sumatera Utara (Sumut), membawa dampak positif pada kenaikan nilai ekspor komoditas tersebut ke beberapa negara. Hingga Maret 2011 nilai ekspornya telah mencapai US$2.731 juta, sedangkan produksi petani sebanyak 341.432 ton.
Kepala Sub Bina Program Dinas Pertanian Sumut, Lusyantini mengatakan, gairah petani mengembangkan tanaman ubi kayu sudah bangkit didukung dengan tingginya harga jual dan permintaan pasar. “Komoditas ubi kayu kini banyak jadi pilihan petani untuk dikembangkan. Industri sudah tersedia sehingga permintaan banyak dan membuat harga tinggi,” ujarnya kepada MedanBisnis, Kamis (14/7).

Peningkatan produksi ubi kayu ini, menurutnya juga dibantu dari beberapa perusahaan seperti PTPN 2 yang menyewakan lahannya kepada petani sekitar ribuan hektare di Kabupaten Deliserdang dan Serdang Bedagai.

Untuk harga jual ubi kayu ditingkat petani juga sangat bagus yakni berkisar Rp800 hingga Rp1.000 perkg. Dengan harga tersebut, maka petani bisa memperoleh pendapatan mencapai Rp30 juta per hektare dengan produksi 30 ton. “Permintaan ubi kayu di dalam negeri saja sudah banyak untuk industri tepung tapioka dan keripik serta lainnya. Belum lagi untuk di ekspor ke luar negeri,” katanya.

Disebutkannya, tanaman ubi kayu juga sangat mudah tumbuh dan petani biasanya jarang memupuk tanaman. Bibit tidak terlalu susah didapat karena menggunakan sistem stek batang dan biasanya petani memanfaatkan bibit dari tanaman sendiri tanpa regenerasi. “Produktivitas akan semakin tinggi jika penanaman disertai dengan pemupukan. Perawatan ubi kayu cukup mudah dan di Sumut masih berpotensi untuk mengembangkannya,” jelas Lusi.

Berdasarkan angka ramalan (Aram) II tahun 2011, produksi ubi kayu diprediksi mencapai 1.075.215 ton dengan luas panen 37.716 hektare dibandingkan tahun 2010 yang produksinya mencapai 905.571 ton dan luas panen 32.402 hektare.

“Selain luas panen nya meningkat, produktivitas tanaman juga naik dari 279,48 kwintal perhektare menjadi 285,08 kwintal perhektare,” jelasnya.

Kasie Statistik Niaga dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Hafsyah Aprillia mengatakan, nilai ekspor umbi-umbian di Sumut selama periode Januari hingga Maret 2011 sebesar US$2.731 juta, atau mengalami peningkatan 56,99% dibanding periode sama di tahun 2010 yang sebesar US$1.739 juta.

“Untuk negara tujuan ekspor umbi-umbian seperti ubi kayu atau singkong yakni ke Singapura dan Malaysia. Kita juga ada ekspor kentang manis ke Jepang, Korea Selatan, China, Thailand, Singapura dan Malaysia,” pungkasnya. (yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to PRODUKSI MENINGKAT NILAI EKSPOR UMBI-UMBIAN SUMUT NAIK

  1. Pingback: cryptocurrency wallet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *