PETANI DIMINTA WASPADAI SERANGAN HAMA TIKUS

MedanBisnis – Medan. Petani di Sumatera Utara (Sumut) diminta terus mewaspadai serangan hama dan penyakit khususnya hama tikus pada tanaman padi sehingga tidak memengaruhi target produksi. Sebab, serangan hama tikus dapat mengakibatkan gagal panen seperti yang terjadi di Pulau Jawa.
Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Medan Dinas Pertanian Sumut, Gunawan Ajas, mengatakan, cuaca ekstrem dan tidak menentu memang sangat mengkhawatirkan akan terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman khususnya tanaman pangan.

“Ada beberapa serangan hama yang dikhawatirkan seperti hama tikus, hama putih palsu, murbei dan penggerek batang. Jadi petani harus lebih ekstra perhatian dengan tanamannya, sehingga jika hama menyerang dapat segera ditanggulangi,” ujarnya kepada MedanBisnis, Jumat (15/7).

Berdasarkan data kumulatif luas tambah serangan (KLTS) hingga 30 Juni 2011, serangan hama tikus seluas 740,2 hektare dalam kondisi ringan, 20,1 hektare kondisi sedang dan seluas 15,5 hektare kondisi berat serta luas lahan yang puso 22,5 hektare. Sementara luas tambah serangan periode 30 Juni 2011 kondisi ringan serangan hama tikus 51,9 hektare, kondisi sedang seluas 11,5 hektare, kondisi berat seluas 13 hektare dan puso seluas 19 hektare.

“Serangan hama yang mengakibat puso seluas 19 hektare ini terjadi di Kabupaten Asahan. Sedang sisanya 3,5 hektare di Labuhan Batu pada periode sebelumnya 15 Februari 2011. Ini sudah kita kendalikan dengan berbagai bantuan pestisida,” jelasnya.

Untuk tanaman padi yang banyak terserang hama tikus tersebut yakni di daerah Kabupaten Mandailing Natal seluas 8,8 hektare, Tapanuli Tengah seluas 6,5 hektare, Tobasa seluas 7,5 hektare, Asahan seluas 4 hektare dan Karo 4,3 hektare dengan seluruhnya kondisi ringan.

“Jika kondisi sedang ada di Kabupaten Tobasa seluas 0,5 hektare, Asahan 109 hektare dan Simalungun seluas 1 hektare. Dengan serangan kondisi berat hanya ada di Asahan seluas 14 hektare,” rincinya.

Serangan hama putih palsu, KLTS kondisi ringan 620,1 hektare dan kondisi sedang seluas 5,5 hektare. Sedangan luas tambah serangan kondisi ringan seluas 87,3 hektare. Daerah yang terserang ada di Mandailing Natal seluas 14,5 hektare, Tapanuli Tengah  30,5 hektare, Karo 27,2 hektare, Tobasa 4,5 hektare dan Batubara seluas 4,5 hektare.

Serangan hama murbei untuk KLTS seluas 49,67 hektare kondisi ringan, 18,7 hektare sedang dan 28,2 hektare kondisi berat. Luas tambah serangan kondisi ringan seluas 35,6 hektare dan 0,5 hektare kondisi sedang. “Serangan hama ini ada di daerah Kabupaten Tobasa seluas 3 hektare, Simalungun 9 hektare, Serdang Bedagai 13,2 hektare, Dairi 0,5 hektare dan Deli Serdang seluas 7,9 hektare dengan seluruhnya kondisi ringan,” jelas Gunawan.

Selanjutnya, ia menambahkan untuk serangan hama penggerek batang KLTS seluas 42,71 hektare kondisi ringan ada di Kabupaten Tapanuli Tengah 8,3 hektare, Simalungun 6,8 hektare, Karo 24,2 hektare, Batubara 3 hektare, Padang Lawas 2 hektare dan Kabupaten Asahan seluas 1,5 hektare. Sedangkan luas tambah serangan kondisi ringan seluas 48,4 hektare.

Selain hama tanaman, tambah Gunawan, serangan penyakit lainnya yang juga harus diantisipasi petani seperti penyakit blast yang berdasarkan data KLTS seluas 564,6 hektare kondisi ringan, 176 hektare sedang dan 0,5 hektare kondisi berat. Untuk luas tambah serangan 22,6 hektare kondisi ringan dan 1,5 hektare kondisi sedang.

“Untuk penyakit kresek, data KLTS 438,6 hektare kondisi ringan dan 88,3 hektare kondisi berat. Luas tambah serangan 52,1 hektare ringan dan 12,5 hektare dengan kondisi sedang,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Sumut, M Roem, menyatakan, Pempropsu sudah mengantisipasinya dengan mengaktifkan posko-posko penanggulangan hama dan penyakit. Selain itu, petani juga bisa mengantisipasi serangan dengan memberikan fungisida. “Melalui posko petani juga diajarkan bagaimana melakukan pertanaman saat musim hujan serta membuat serangan hama dan penyakit rendah. Jadi kami menjamin tidak terjadi gagal panen karena sudah diantisipasi sejak awal,” tuturnya. (yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to PETANI DIMINTA WASPADAI SERANGAN HAMA TIKUS

  1. Heya! Thanks a lot for crafting this kind of an informative report. Really you could have mentioned those ideas vice versa. Still you provided it a wonderful individual twist. Looking foward to visiting your site on a regular basis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *