PENGAWAS SPBU PROTES POLISI

TERKAIT penggerebekan galon SPBU 14-221.238 jalan Ko­ta Cane kelurahan Lau Cimba Kabanjahe dan ditemukannya 153 jerigen berisi minyak jenis premium pesanan pengecer BBM oleh Sat Reskrim Polres Karo, Senin (11/7), mendapat tudingan dari pengawas SPBU tersebut.

Tamat Ginting, pengawas SPBU kepada Jurnal Medan, Jumat (17/7) di Kabanjahe mengatakan, BBM di dalam jerigen tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat di Desa Mar­dinding, Kecamatan Mardinding dan Desa Lau Baleng Kecamatan Lau Baleng Kabupaten Karo.

“Kenapa hanya SPBU kami yang ditangkap Polisi. Padahal, seluruh SPBU yang ada di Karo menjual minyak bensin ke desa-desa, dengan menggunakan jerigen. Jadi, ditangkap saja semua SPBU, jangan ada pilih kasih,” ujar Tamat.

Katanya, penjualan BBM melalui jerigen ke desa-desa su­dah sesuai dengan prosedur yang ada, yakni memiliki surat Kepala Desa dan Camat. Bah­kan, ketika SPBU miliknya tidak lagi menjual minyak ke desa-desa, para pelanggannya juga protes dan komplain dengan mengatakan bahwa pengecer yang mendapatkan minyak dari SPBU yang lain masih saja menjual BBM. “Kalau tidak percaya tanyakan saja ke pengecer langganan kami itu”, ujarnya.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Karo, Sudarto Sitepu kepada wartawan Jumat mengatakan, bahwa persoalan ke­langkaan BBM yang semakin menggurita saat ini harus ditindak lanjuti oleh pihak polisi dan pihak Pertamina. Menurutnya, beberapa penangkapan yang dilakukan pihak polisi akhir-akhir ini sudah menyangkut masalah hukum. “Kalau ada unsur pidana dalam hal itu, hendaknya pihak kepolisian supaya menindaklanjuti. Jangan di-biarkan begitu saja,” ujarnya.

Kapolres Tanah Karo AKBP Drs Ig Agung Prasetyoko SH MH yang dikonfirmasi mengenai hal ini melalui seluler  mengatakan, tersangka, masih dalam pe­nelitian. “Kita tunggu saja ha­sil penelitian saksi ahli dari Migas. Kalau masalah barang bukti yang tidak dibawa ke komando (Polres), polisi hanya sebatas melakukan pengamanan,” ujar Agung singkat.

Menanggapi hal tersebut Sek­retaris LSM Bakindo Kabu-paten Karo Alben Snt, Jumat (17/7) menyatakan, adanya SPBU 14-221.238 jalan Kota Cane Kabanjahe menjual BBM menggunakan jerigen tanpa surat lengkap dan melebihi 40 liter sudah jelas-jelas melanggar pasal 55 UU No 22 Tahun 2001, tentang Minyak Dan Gas Bumi dan Surat Edaran Per­tamina. “Penjualan BBM dengan jerigen adalah langkah pihak SPBU untuk mendapat untung yang lebih banyak. Kuat dugaan bahwa harga BBM yang dijual perjerigen dengan harga yang lebih tinggi. Untuk itu hendaknya pihak terkait serius menindak setiap SPBU yang melanggar aturan,” tegasnya.

Penambahan Kuota

Putusan mengenai perse­tu­juan penambahan subsidi bahan bakar minyak (BBM) subsidi oleh pemerintah disambut baik PT Pertamina sebagai lembaga penyalur. Secara teknis, perusahaan plat merah tersebut  menunggu aturan dalam pe­lak­sanannya.

Asisten Customer Relation PT Pertamina Pemasaran Region I Wilayah Sumbagut, Sonny Mirath mengatakan, pihaknya menjalankan apapun keputusan dari pemerintah. “Ja­di karena sudah disetujui, maka kita akan tetap salurkan sesuai kota yang sudah ditetapkan,” katanya, Jumat (15/7) Siang.

Dijelaskannya, aturan penyaluran BBM diatur dalam Perpres No. 9 Tahun 2006. Di mana, bahan bakar ter­tentu yakni BBM subsidi hanya bisa diberikan kepada transportasi, industri kecil, industri perikanan dan pelayanan u­mum.

“Nah, bila ada peru­bahan dalam Perpres ter­sebut dalam penyaluran, maka kita akan salurkan berdasarkan Per­pres,” Ucapnya.

Namun, sambungnya kem-bali, bila memang benar aturan pembatasan diberikan kepada DPR dan PNS, maka pihaknya bu­tuh aturan secara tertulis me­ngenai hal teknis di lapangan.

“Kita sangat sambut gem­bira penambahan kuota,” ungkapnya.

Turut ditambahkan Sonny, stok BBM subsidi saat ini dalam kondisi sangat aman. Penambahan suplai secara kontinui terus dilakukan.

Pemko Tebingtinggi

Sementara itu pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan,  mengingatkan setiap perusahaan industri yang hendak membeli BBM di SPBU agar melampirkan/menunjukkan rekomendasi dari Dinas Ko­pe-rasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Disko­pe­rin-dag) Kota Tebingtinggi.

“Imbauan yang sama juga diberlakukan kepada pedagang eceran BBM terutama jenis premium apabila hendak membeli BBM di SPBU harus dilengkapi rekomendasi dari Dinas Kou­perindag,” Hal itu disampaikan Ke­pala Dinas Koperindag Te­bingtinggi melalui Kabid Perda­gangan Ir Iboy Hutapea kepada wartawan, Jumat (15/7) di kantornya Jalan Gunung Leuser Kota Tebingtinggi.

Disebutkan bahwa imbau­an berbentuk Surat Edaran No. 510/772/Kouperindag/ 2011 tertanggal 30 Juni 2011 tentang pelayanan di SPBU yang disebar ke seluruh SPBU di kota itu berdasarkan surat edaran dari Pertamina No. 404/F31200/ 2011-S3 tertanggal 13 Mei 2011 tentang Surat Edaran Pelayanan di SPBU.
Hal itu guna menyikapi ke-naikan harga BBM Non Sub­sidi yang berdampak pada me­ning­katnya pembelian BBM subsidi di SPBU yang dilakukan oleh ka­langan industri dengan berbagai macam cara.

Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan pihak Perta­mi­na Wilayah Region I Sum­bagut, pembelian untuk usaha kecil dibatasi maksimal 2 (dua) jerigen atau maksimal 40 liter perhari dengan syarat ada surat rekomendasi dari Disperindag atau Camat (untuk wilayah pe­desaan – red) di lokasi SPBU yang ada. Petugas SPBU agar menca­tat nama usaha kecil yang di­la­yani, jenis usahanya, alamat usa­ha dan jumlah BBM yang dil­a­yani serta mengcopy surat re­komendasi sebagai lampiran.
sumber: http://medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *