HARGA KEBUTUHAN POKOK MULAI MENINGKAT

MEMASUKI hari besar keagamaan umat muslim atau Ramadhan berbagai harga bahan kebutuhan pokok di Medan terus mengalami peningkatan. Dalam sebulan ini kenaikan harga paling tinggi terjadi pada cabe rawit dan gula pasir.

“Kenaikan harga bulan ini tidak stabil dimana harga gula di pasaran mengalami naik turun seperti harga pada pagi sekitar Rp9.700 per kilogram dan sore nya telah naik menjadi Rp9.800 per kilogram,” ujar Hasibuan pedagang sayur mayur di Pusat Pasar, kemarin.

Kenaikan tersebut tidak hanya pada gula, lanjutnya, melainkan, sayur-mayur seperti cabai rawit naik yang sebelumnya sepet menduduki posisi Rp15 ribu s/d Rp25 ribu kini telah mencapai Rp48 ribu s/d Rp50 ribu per kilogram.

“Dibandingkan dengan sebulan lalu ini telah mengalami kenaikan sebesar 58 persen. Begitupula dengan gula yang sebelumnya menduduki posisi Rp8.500 per kilogram kini telah meningkat hampir Rp10.000 per kilogram,” ujarnya.

Sementara itu, harga daging ayam potong berkisar Rp 23.000 per kilogram. Adapun harga daging ayam kampung Rp 35.000. Begitupula dengan harga telur yang sebelumnya sekitar Rp850 menjadi Rp950 s/d Rp1000 per butir.

Itupun diakui beberapa pedagang sayur mayur lainnya, bahwa penerimaan dari petani lokal yang berada di daerah kawasan Berastagi ataupun daerah Karo dengan harga yang cukup tinggi telah mempengaruhi harga jual ke masyarakat.

Kepala Bidang Statistik Distribusi, Hajizi membenarkan bahwa pada Juni 2011, seluruh kota IHK di Sumatera Utara mengalami inflasi yaitu Medan sebesar 1,07 persen, Pematangsiantar 0,79 persen, Sibolga sebesar 0,98 persen, dan Padangsidimpuan sebesar 0,04 persen. Dengan demikian, Sumatera Utara pada bulan Juni 2011 mengalami inflasi sebesar 0,99 persen.

”Kondisi ini menyebabkan laju inflasi kumulatif selama bulan Januari-Juni 2011 masing-masing kota. Seperti Medan 0,36 persen, Pematangsiantar 0,80 persen, Sibolga -0,11 persen, dan Padangsidimpuan -0,21 persen. Sementara itu, laju inflasi kumulatif untuk Sumatera Utara selama bulan Januari-Juni 2011 sebesar 0,36 persen,” ujarnya.

Terjadinya inflasi pada bulan Juni 2011, lanjutnya, menyebabkan laju inflasi year on year (bulan Juni 2011 terhadap bulan Juni 2010) masing-masing kota, dimana Medan 4,70 persen, Pematangsiantar 6,35 persen, Sibolga 7,57 persen, dan Padangsidimpuan 4,55 persen. Sementara itu, laju inflasi year on year untuk Sumatera Utara sebesar 4,96 persen.

“Inflasi di Medan pada bulan Juni 2011 dipengaruhi oleh adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti angkutan udara naik 31,68 persen, cabe merah 26, 77 persen, dencis 8,30 persen, beras 1,22 persen, daging ayam ras 6,19 persen, daging sapi 7,50 persen, dan emas perhiasan 2,13 persen,” lanjutnya.

Dari 16 kota IHK di Pulau Sumatera, 15 kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Medan sebesar 1,07 persen dan inflasi terendah terjadi di Padangsidimpuan sebesar 0,04 persen. Sementara Tanjung Pinang merupakan satu-satunya kota yang mengalami deflasi sebesar 0,57 persen.

Upayakan pengamanan

Untuk mengamankan pasokan bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadhan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara (Disperindagsu) akan mengambil langkah-langkah pengamanan.

“Langkah pengamanan yang dilakukan oleh Disperindagsu adalah memanggil seluruh pengusaha yang tergabung didalam asosiasi baik importir, produsen, maupun penyalur. Kemudian akan turun ke pasar-pasar tradisional,” ujar Kasie Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara , Ana Ritonga di Medan, Selasa (12/7).

Adapun barang kebutuhan pokok yang diawasi, lanjutnya, seperti gula, tepung terigu, minyak goreng, beras, dan beberapa kebutuhan lainnya.

“Selain itu juga kita akan mendatangi tempat-tempat penjualan makanan lokal maupun impor dimana akan memeriksa kode produksi, kode impor, nomor ataupun alamat perusahaan, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Hal ini, lanjutnya, adalah untuk memberikan kenyamanan dan keamanan terhadap masyarakat Sumatera Utarak hususnya kota Medan didalam menjalankan ibadahnya.

Ana Ritonga melanjutkan sebelumnya pihaknya juga telah melakukan rapat bersama instansi-instansi lainnya seperti Dinas Peternakan, Perikanan, Bulog, dan Pertanian untuk memastikan kebutuhan menjelang Ramadhan tidak terganggu.

“Pastinya untuk turun ke pasar tradisional dilakukan pada 26 juli nanti dimana pasar yang padat pembeli akan dikunjungi seperti Sukaramai, Petisah, Sei Sikambing, Pusat Pasar, dan beberapa pasar lainnya,” lanjutnya.

Begitupun, lanjutnya Ana Ritonga, pihaknya didalam memantau pengawasan maupun ketersediaan pangan kebutuhan pokok akan bekerjasama dengan dinas tingkat II agar mereka lebih gencar lagi.
sumber: http://waspadamedan.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *