BONSAI, TANAMAN EKSOTIK YANG BERKELAS

MedanBisnis – Medan. Sebagai tanaman hias yang bentuknya eksotis dan mengesankan ketuaan dengan ukurannya yang mini, tanaman bonsai menjadi salah satu tanaman yang andal dari sisi harga. Ketika tanaman hias lainnya terpengaruh oleh tren, yang mengakibatkan terjadi naik turun (fluktuasi) harga tanaman tersebut, hal ini tidak terjadi pada bonsai. Hal ini dikarenakan nilai seni bonsai tidak bisa dipermainkan
Demikian diungkapkan Haryadi, salah seorang penjual tanaman bonsai di Jalan T Amir Hamzah. Menurutnya, tanaman bonsai memiliki kelas tersendiri di antara tanaman hias lainnya.

“Tampilannya elegan dan berwibawa tanpa menjadikannya terlalu mewah, ia juga seperti mengajak untuk berteduh di bawahnya andaikata kita bisa mengecilkan tubuh kita,” katanya kepada MedanBisnis, Jumat (15/7). “Bagi saya bonsai itu melambangkan persahabatan, ia menciptakan suasana kedamaian dan kebijaksanaan, sekaligus keangkeran,” katanya menambahi.

Ia menjelaskan keandalan dari sisi harga bonsai, yang dari tahun ke tahun tidak terpengaruh oleh tren. Mulai dari harga Rp75.000 untuk bonsai yang sederhana, sampai bernilai jutaan rupiah untuk bonsai yang indah. “Itu yang tingginya 30 centimeter saja sudah ditawar Rp 350.000, tapi tak saya jual karena saya sendiri suka, tapi kalau yang lain silakan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua tanaman bisa dijadikan bonsai. Tanaman yang bisa dijadikan bonsai antara lain beringin, pinus, bougenvile, azelea, jeruk dan tanaman keras lainnya. “Syaratnya, struktur tanamannya harus indah alami, tidak rewel dalam perawatannya alias tahan cuaca, dan umurnya panjang,” katanya menjelaskan.

Secara terpisah, hal tersebut dibenarkan Adi, salah seorang penjual bonsai lainnya di Jalan Halat. Menurutnya, harga bonsai di tempatnya tidak mengenal tren. “Bahkan selalu naik, dan pembelinya juga selalu ada,” katanya. Ia menjelaskan bahwa saat ini memang penjualan bonsai sedang sepi dikarenakan memasuki musim sekolah. “Pembeli bonsai itu kalangan pehobi, tapi mungkin memang bisa dikalahkan oleh kepentingan keluarga, beli susu anak atau biaya sekolah,” ujarnya. (cw – 02)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *