GURU PERTAWAR REME

Guru Pertawar Reme adalah seorang dukun terkenal di kawasan Tanah Karo. Dia mampu mengobati berbagai penyakit termasuk penyakit reme (cacar) yang mengerikan itu. Pada suatu ketika penyakit berkecamuk di daerah Alas (Aceh). Guru Pertawar Reme berangkat ke sana untuk mengobati penyakit tersebut. Berbulan-bulan lamanya dia di daerah itu dan telah banyak uang diperolehnya sebagai hasil dari pengobatannya. Namun pada suatu hari datang seseorang laki-laki dari Tanah Karo memberitahukan kepadanya bahwa anaknya dalam keadaan sakit keras. Guru Pertawar Reme kurang peduli dan karena merasa bahwa dia memiliki ilmu yang begitu hebat, maka dia berkata : ? Tak usah sangsi, asalkan masih ada tulangnya sebesar sisir, dia masih dapat ku sembuhkan.? Si pembawa beritapun pulanglah dengan hati yang kesal.

Setelah lebih kurang 6 bulan berada di daerah Alas, Guru Pertawar Reme pulang ke kampungnya. Namun setelah dia samapi dirumahnya dia tidak menemukan anaknya lagi. Kepadanya dibertahu orang bahwa ketiga anaknya telah meninggal dunia dan telah dikuburkan di kaki Gunung Sibayak.

Guru Pertawar Reme bersama beberapa orang kawanannya pergi ke tempat itu. Kuburan ketiga putrinya itu digalinya dan kerangkanya dikeluarkan. Mulailah Guru Pertawar Reme mengucapkan mantra dan menggunakan semua ilmunya. Namun sia-sia belaka, anaknya tidak dapat muncul, hanya tulang ?belulang yang dihadapinya, dia sangat sedih dicobanya lagi, tetapi tetap tidak berhasil. Akhirnya terdengar suara : ?Sudahlah, tidak ada gunanya lagi kami diobati, rupanya nasib kami hanya begini. Kami telah menjadi penunggu dan kramat gunung ini.? Setelah itu hilanglah tulang-tulang terbeut menjelma menjadi batu. Ketiga putrinya itu dikenal dengan nama Beru Tandang Kumerlang, Beru Batu Ernala, dan Beru Baru Erlunglung

Dikutip dari : Pilar Budaya Karo/ 25 September 2010 karo

This entry was posted in Cerita (Turi - Turin). Bookmark the permalink.

1 Response to GURU PERTAWAR REME

  1. silvia says:

    cerita guru pertawar reme ini agak sedikit berbeda dgn yg pernah saya dengar atau baca (buku Cerita Rakyat Sumatera Utara terbitan Gramedia). perbedaannya adalah dikisahkan Guru Pertawar Reme tdk dapat menyelamatkan anaknya krn tulang belulang mrk telah disembunyikan umang2 atas perintah Keramat Gn. Sibayak, dan setahu saya anak Guru tersebut cuma 2 org putri yg konon menjdi penghuni Lau Debuk-debuk.. ada juga yg mengatakan bahwa anaknya sebenarnya tidak sakit melainkan dibawa pergi orang, dia tdk bs menghidupkan anaknya krn memang anaknya tdk mati. tapi saya bersyukur sekali ada versi yg berbeda dr cerita Guru Pertawar Reme ini krn dpt membantu saya dlm penelitian saya.. bujur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *