SPORT JANTUNG

Ini adalah tips untuk menguji kesehatan jantung Anda. Cobalah naik Bus Sinabung jurusan Medan-Berastagi. Perjalanan dimulai dari stasiun Sinabung di kawasan Simpang Pos, Jalan Jamin Ginting, Medan.

Bus Sinabung menggunakan mesin Colt Diesel yang didesain untuk bus penumpang berkapasitas sekitar 35 orang. Tapi jangan kaget, sehari-hari angkutan ini bisa membawa 60 orang sekaligus. Caranya? Selain memadati tempat duduk biasa di bagian dalam, para penumpang juga naik ke atap dengan jumlah penumpang yang nyaris sama dengan isi penumpang di bagian dalam. Kalau lagi ramai, ada pula yang bergelantungan di sekitar daun pintu bus. Makanya badan bus selalu oleng ke kiri.

Anak-anak muda yang mau camping ke puncak Sibayak atau Sinabung biasanya lebih suka naik ke atap bus. Di dalam terlalu sumpek. Oksigen berkurang karena asap rokok dan bau badan para penumpang tua. Merdeka sekali rasanya menghirup udara terbuka di atap bus sepanjang jalan menuju Berastagi. Sejuk dan segar.

Sopir-sopir Bus Sinabung adalah para pengemudi tergila di dunia. Dengan muatan yang demikian sarat, mereka selalu mengendarai bus dengan kecepatan tinggi. Salip sana, salip sini. Tikungan ekstrim penuh jurang seperti barang mainan bagi mereka. Tanjakan yang tajam membuat asap knalpot menghitam pertanda mesinnya dipaksa. Di sebuah tikungan yang paling tajam sekalipun, seorang sopir Sinabung masih sempat mengelap keringat di lehernya sambil meludah lewat jendela.

Bila Anda ke Berastagi, Bus Sinabung adalah salah satu atraksi hidup dan nyata yang mempertaruhkan nyawa ratusan orang setiap hari. Apakah Anda ingin merasakan experience maut di atas atap Bus Sinabung?

This entry was posted in Ragam Cerita Operasional. Bookmark the permalink.

5 Responses to SPORT JANTUNG

  1. admin5374 says:

    muhammad rezki | 15/07/10. 17:13:53
    dulu sewaktu sekolah dan kuliah di medan…aku sering camping di sinabung atw d sibayak…aku selalu naik sinabung jaya dan duduk diatap..selain bebas ongkosnya pun miring….tapi sekarang sudah dlarang oleh pihak kepolisian..

  2. 3n says:

    hmmmmm……..
    jadi ingat waktu masih kuliah dulu, kalau pulang kampung pas kerja tahun.
    aduh susah kali dapat bus. sampe2 nenek2 pun ikut duduk diatap. karna nenek itu naik ke atap, makanya saya juga ikut duduk diatap, daripada ga jadi pulkam.

  3. Kok jadinya, sinabung jaya jawa bahan pembicaraan untuk menguji jantung orang?
    Memang ya,? banyak orang-oran gbilang,,
    orang batak memiliki jantuk yang kuat, dan kasar… buktinya kita naik sinabung jaya berani untuk naik di atas atas sinabung,,,,
    wkkwkwkwkkw

  4. alli says:

    mungkin sopir sopir nya pada suka mabok jadi suka ugal ugalan

  5. Ucok says:

    membaca tulisan ini,ingat semasa saya tinggal di berastagi tahun1996-1999. Pernah punya penglaman dengan bus SInabung, dari naik di atap sampai kedinginan dari Berastagi ke Medan, sampai kisah dengan Siabung nomor 168 di atas tanjakana pdam tirtanadi yang juranganya..wahhh sangat tinggi…pengalaman yang takterlupakan dalam hidup saya. Secara umum, saya salut dengan keberanian para supir dan menghargai jasa2 mereka dalam melayani jasa transaportasi bagi sulurh masayarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *